Ketika semua perasaan bercampur, kegelisahan, kerinduan, keterpurukan, ketidakberdayaan diri akan permasalahan yang menjadi batu sandungan dalam kehidupan. Bayangan itu ada menemani tiap langkah, seperti ruh tetapi tidak berwujud yang mengaktifkan imaginasi merasakan keberadaannya di sini. Diri yang dhoif ini sedang merindu, sedang futur, sedang tidak berdaya akan masalah dunia. Hari ini kaki ini lelah, tidak punya daya untuk tetap bertahan, menopang gejolak batin yang selalu membuncah. Rindu pada-Mu Rabb, bersimbuh di hadapan-Mu di malam yang penuh Rahmat. Makhluk-Mu yang dhoif ini butuh genggaman tangan-Mu untuk dapat bertahan menjalani dunia yang fana'.
Ya !!! Begitu kurang lebih ketika manusia futur, merasakan tidak ada lagi kehidupan, merasakan terlalu lelah dan jika ingin dituliskan mungkin banyak lagi keluhan-keluhan yang sebenarnya tidak akan bisa menghilangkan peluh. Sebaiknya lakukan ini :
1. Dzikirlah dengan lisan kita dan Hati kita tetap mengingat Allah SWT
2. Istighfarlah dengan lisan kita dan ingatlah berapa banyak dosa yang kita lakukan di dunia, berapa banyak orang-orang yang kita dhalimi, berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia hanya menuruti nafsu dunia
3. Bertahmidlah dengan lisan kita dan di dalam hati menghitung berapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita
4. Bertakbirlah menggunakan lisan kita dan hati mengagungkan kebesaran Allah yang luar biasa
5. Khusyuklah ketika melakukannya, lepaskan semua rindu dan ketidakberdayaan diri kepada sang pemberi petunjuk, Insyaallah Allah bersama kita.
sip-sip...
BalasHapuskegelisahan dan kebingungan itu dikarenakan kekosongan hati yang tidak pernah di isi dengan Dzikir...
dzikrulloh...