Minggu, 13 Mei 2012

Harapan Besar Untukku Mas

Foto ini diambil sekitar pertengahan tahun 2006, kira-kira Mas berusia 7 tahun. Di keluarga kami, dia dipanggil Mas karena memang masih ada Fatimah Zahra setelah kelahiran dia dan dia satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga kami. Nama lengkapnya "Ahmad Fauzi". Kelahiran dia adalah keberuntungan dalam keluarga kami. Ayah dan ibu sangat mendambakan anak laki-laki setelah saya lahir, karena dulu sebelum kelahiran saya, ayah dan ibu sempat memiliki anak laki-laki tapi Allah mengambilnya di usia 1 tahun. Allah begitu menyayangi Mas Arif hingga mengambilnya kembali. Allah tidak ingin Mas Arif tersiksa karena sakitnya di usia yang sangat muda.

Dia adalah adek kami, panggilannya Mas Ozi. Memang ayah dan ibu sangat berharap anak laki-laki yang bisa menggantikan ayah berjuang, menggantikan ayah untuk melindungi keluarga kami. Ayah ibu selalu menyisipkan doa agar Allah mengaruniai anak laki-laki hingga ayah dan ibu sengaja berdo'a di depan Ka'bah ketika melaksanakan ibadah haji. Saat proses kelahirannya pun ibu berjuang mempertaruhkan nyawanya demi anak yang amat didambakannya. Setelah kelahiran Mas, ibu harus mempertaruhkan nyawanya di ruang operasi untuk di koret karena di dalam kandungan ibu masih tersisa "tembunik" yang harus diambil dan dibersihkan. Luar biasa sekali ibu kami. Tetap kuat dan tetap hebat sampai sekarang.

Mas terlahir pada tahun 1999 karena ijin Allah. Kepalanya yang besar sempat membuat orang berfikir ada kelainan pada diri Mas. Ya !!! Memang ada kelainan. Mas pintar dan cerdas. Itulah yang saya namakan kelainan. Dia dulunya Hiperaktif, selalu ingin tahu apa yang belum pernah dia lihat dan dia dengar. Dan selalu menanyakan pada ayah dan ibu sampai ke akar-akarnya (sampai dia mendapat jawaban yang bisa memuaskan keingintahuannya).

Sangat Luar Biasa adek saya yang satu ini, seluar biasa cita-citanya yang ingin menjadi Dokter. Sejak kecil dia selalu berprestasi, ingatannya kuat, daya tangkapnya cepat, dan jarang belajar selama dia duduk di bangku Sekolah Dasar. Tapi, dia selalu unggul. Mungkin karena di umur yang segitu, ketika proses belajar di kelas dia benar-benar mendengar, memperhatikan dan menyerap apa yang disampaikan gurunya. Jadi di luar kelas dia tidak mereview lagi pelajaran yang sudah dipelajarinya. Tapi, sekarang ini tidak bisa seperti itu lagi. Dia harus belajar dan melatihnya dengan mempelajarinya lagi ketika di luar kelas. Semakin diasah maka akan semakin tajam. Dan harusnya dia seperti itu. Mengasah kemampuan dan pengetahuan yang ia dapat agar semakin tajam ilmu yang dia dapatkan.

Di umur 12 tahun, dia harus terpisah dari ayah ibu untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Pandanaran Yogyakarta. Keputusan yang tepat untuk memasukkan dia di Pondok Pesantren yang di dalamnya ratusan santri menuntut ilmu di sana. Harapannya, Mas bisa keluar dari tempurung dan siap bersaing dengan santri lainnya di seluruh Indonesia. Dan ternyata Mas mampu melaksanakan itu. Di semester awal, Mas menyabet pringkat 1 di kelasnya. Semester 2 targetnya Mas harus bisa menyabet juara umum meskipun tidak juara 1 (skala : keseluruhan santri angkatan 2011). Dan Target jangka panjang, Mas bisa melanjutkan Pendidikan Strata Satu nya di luar negeri melalui beasiswa.

Masih ada 5 tahun ke depan untuk menyiapkan itu. Terutama yang harus disiapkan adalah pondasi agama yang kokoh. Dengan pondasi itu maka akan menjadi pegangan dia untuk menjalani kehidupan yang semakin menantang dan menjadi bekal dia untuk berdakwah. Ketika itu sudah dia dapat dan mengakar di dalam jiwanya, Insyaallah Allah selalu membimbing dia di jalan yang benar.

"Mas, harapan besar ada di pundakmu. Tetap semangat dan tetap berproses membentuk mental yang kuat, mental yang berlandaskan rasa percaya diri dibarengi dengan rasa empati dan keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi setiap gerak yang kita lakukan. Kita tunggu 5 tahun ke depan seperti apa kamu nantinya Mas"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar