Bisakah dikatakan karena alasan "rasa" ia masih bertahan ???
Di perjalanan panjangnya tertiup angin kencang yang membuat tubuh mungilnya ambrug
Mengumpulkan serakan demi serakan yang katanya sulit terkumpulkan
Bukan enggan bernafas mengiringi nafasnya
Atau tidak mau mengikuti langkah geraknya
Tapi karena itu, karena ingin mengumpulkan serakan untuk membentuknya menjadi bangunan yang cantik dan sistematis
Dia yang mengajarkan aku untuk berbuat sesuatu
Dia yang menguatkan tubuh mungilku dulu ketika sempat melemah
Dia yang mengajarkan aku menengadahkan tangan pada Tuhanku
Dia yang mengingatkan untuk menemui Tuhanku di sepertiga malam
Dia juga mengingatkan untuk menyempatkan sholat sebelum tidur ketika dia khawatir aku tidak terjaga di sepertiga malam
Dan Dia yang menyuntikkan semangat tiap paginya
Tapi
Dia juga yang membiarkan tanda tanya bertengger dalam fikiranku
Membiarkan aku memfungsikan fikiranku dan mengaktifkan fikiran positif
Dia yang membiarkanku disudut kota menantinya yang memang sengaja tidak datang
Dia yang tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk memperdulikan hidupnya
Dan dia tidak memberikan aku ruang untuk mengeluhkan ketidakberdayaanku
Bukan karena dia tidak punya rasa atau tidak peduli terhadapku
Tapi karena dia ingin memuliakan aku sebagai wanita
Dia ingin aku kuat ketika nantinya dia tidak bisa menggandeng tanganku
Dia ingin menjaga aku dengan menyerahkanku pada sebaik-baik Penjaga
Mungkin banyak kebohongan yang dia tunjukkan kepadaku
Kebohongan atas kejujuran yang belum layak dia katakan sekarang
Tapi, matanya tidak akan bisa berbohong
Kepeduliannya, Sayangnya, dan Harapannya kepadaku tersirat pada sikap diamnya !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar