Senin, 14 Mei 2012

Ayah

Ayah...
57 tahun telah ayah lewati
Masa-masa tersulit ayah jalani dengan kesabaran
Berdakwah di jalan-Nya karena terpanggil dan turut serta bertanggung jawab terhadap sisi religiusitas umat
Memperjuangkan hak-hak orang banyak

Terkadang, ayah menggunakan sisi "tidak enak" terhadap orang lain
Mungkin karena budaya jawa yang melekat pada diri ayah
Tapi itu yang tertular pada kami
Setidaknya untuk menjaga kesopanan dalam bersikap pada orang lain

Ayah...
Kesabaran yang kami lihat, membuat kami bohong untuk tidak menyayangimu
Keistiqomahan yang tersirat dari konsistensi amalan yang ayah jalani setiap hari, menjadikan ayah sebagai figur yang kami hormati
Kelembutan dari setiap tutur kata yang ayah ucapkan, membuat kami terdiam dan menjadi pendengar setia ketika ayah menceritakan jalan hidup ayah yang luar biasa

Air mata ini menetes ketika kami mengingat perjuanganmu ayah
Perjuangan menyelamatkan keluarga kecil kita
Ketenangan yang selalu ditunjukkan dalam menyikapi setiap persoalan hidup, membuat kami semakin bangga terhadapmu ayah
Hati kami perih ketika ayah tidak sanggup menahan air mata yang menunjukkan ketidakberdayaan ayah

Ayah...
Banyak guratan di wajahmu menunjukkan usiamu yang sudah sepuh
Mungkin sudah waktunya ayah menikmati hari-hari tua bersama ibu
Memperbanyak ibadah dan amalan sunnah
Memperbanyak bekal untuk bertemu dengan Tuhan

Ijinkan kami merawatmu ayah
Melayanimu
Mengabdikan diri sebagai anak untuk membayar semua yang ayah lakukan terhadap kami
Meskipun kami tidak bisa menyamai apa yang ayah lakukan

Selamat ulang tahun ayah
Doa selalu kami sisipkan untukmu ayah
Kami sayang padamu...

Minggu, 13 Mei 2012

Harapan Besar Untukku Mas

Foto ini diambil sekitar pertengahan tahun 2006, kira-kira Mas berusia 7 tahun. Di keluarga kami, dia dipanggil Mas karena memang masih ada Fatimah Zahra setelah kelahiran dia dan dia satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga kami. Nama lengkapnya "Ahmad Fauzi". Kelahiran dia adalah keberuntungan dalam keluarga kami. Ayah dan ibu sangat mendambakan anak laki-laki setelah saya lahir, karena dulu sebelum kelahiran saya, ayah dan ibu sempat memiliki anak laki-laki tapi Allah mengambilnya di usia 1 tahun. Allah begitu menyayangi Mas Arif hingga mengambilnya kembali. Allah tidak ingin Mas Arif tersiksa karena sakitnya di usia yang sangat muda.

Dia adalah adek kami, panggilannya Mas Ozi. Memang ayah dan ibu sangat berharap anak laki-laki yang bisa menggantikan ayah berjuang, menggantikan ayah untuk melindungi keluarga kami. Ayah ibu selalu menyisipkan doa agar Allah mengaruniai anak laki-laki hingga ayah dan ibu sengaja berdo'a di depan Ka'bah ketika melaksanakan ibadah haji. Saat proses kelahirannya pun ibu berjuang mempertaruhkan nyawanya demi anak yang amat didambakannya. Setelah kelahiran Mas, ibu harus mempertaruhkan nyawanya di ruang operasi untuk di koret karena di dalam kandungan ibu masih tersisa "tembunik" yang harus diambil dan dibersihkan. Luar biasa sekali ibu kami. Tetap kuat dan tetap hebat sampai sekarang.

Mas terlahir pada tahun 1999 karena ijin Allah. Kepalanya yang besar sempat membuat orang berfikir ada kelainan pada diri Mas. Ya !!! Memang ada kelainan. Mas pintar dan cerdas. Itulah yang saya namakan kelainan. Dia dulunya Hiperaktif, selalu ingin tahu apa yang belum pernah dia lihat dan dia dengar. Dan selalu menanyakan pada ayah dan ibu sampai ke akar-akarnya (sampai dia mendapat jawaban yang bisa memuaskan keingintahuannya).

Sangat Luar Biasa adek saya yang satu ini, seluar biasa cita-citanya yang ingin menjadi Dokter. Sejak kecil dia selalu berprestasi, ingatannya kuat, daya tangkapnya cepat, dan jarang belajar selama dia duduk di bangku Sekolah Dasar. Tapi, dia selalu unggul. Mungkin karena di umur yang segitu, ketika proses belajar di kelas dia benar-benar mendengar, memperhatikan dan menyerap apa yang disampaikan gurunya. Jadi di luar kelas dia tidak mereview lagi pelajaran yang sudah dipelajarinya. Tapi, sekarang ini tidak bisa seperti itu lagi. Dia harus belajar dan melatihnya dengan mempelajarinya lagi ketika di luar kelas. Semakin diasah maka akan semakin tajam. Dan harusnya dia seperti itu. Mengasah kemampuan dan pengetahuan yang ia dapat agar semakin tajam ilmu yang dia dapatkan.

Di umur 12 tahun, dia harus terpisah dari ayah ibu untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Pandanaran Yogyakarta. Keputusan yang tepat untuk memasukkan dia di Pondok Pesantren yang di dalamnya ratusan santri menuntut ilmu di sana. Harapannya, Mas bisa keluar dari tempurung dan siap bersaing dengan santri lainnya di seluruh Indonesia. Dan ternyata Mas mampu melaksanakan itu. Di semester awal, Mas menyabet pringkat 1 di kelasnya. Semester 2 targetnya Mas harus bisa menyabet juara umum meskipun tidak juara 1 (skala : keseluruhan santri angkatan 2011). Dan Target jangka panjang, Mas bisa melanjutkan Pendidikan Strata Satu nya di luar negeri melalui beasiswa.

Masih ada 5 tahun ke depan untuk menyiapkan itu. Terutama yang harus disiapkan adalah pondasi agama yang kokoh. Dengan pondasi itu maka akan menjadi pegangan dia untuk menjalani kehidupan yang semakin menantang dan menjadi bekal dia untuk berdakwah. Ketika itu sudah dia dapat dan mengakar di dalam jiwanya, Insyaallah Allah selalu membimbing dia di jalan yang benar.

"Mas, harapan besar ada di pundakmu. Tetap semangat dan tetap berproses membentuk mental yang kuat, mental yang berlandaskan rasa percaya diri dibarengi dengan rasa empati dan keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi setiap gerak yang kita lakukan. Kita tunggu 5 tahun ke depan seperti apa kamu nantinya Mas"

Minggu, 06 Mei 2012

Diam mu

Bisakah dikatakan karena alasan "rasa" ia masih bertahan ???
Di perjalanan panjangnya tertiup angin kencang yang membuat tubuh mungilnya ambrug
Mengumpulkan serakan demi serakan yang katanya sulit terkumpulkan
Bukan enggan bernafas mengiringi nafasnya
Atau tidak mau mengikuti langkah geraknya
Tapi karena itu, karena ingin mengumpulkan serakan untuk membentuknya menjadi bangunan yang cantik dan sistematis

Dia yang mengajarkan aku untuk berbuat sesuatu
Dia yang menguatkan tubuh mungilku dulu ketika sempat melemah
Dia yang mengajarkan aku menengadahkan tangan pada Tuhanku
Dia yang mengingatkan untuk menemui Tuhanku di sepertiga malam
Dia juga mengingatkan untuk menyempatkan sholat sebelum tidur ketika dia khawatir aku tidak terjaga di sepertiga malam
Dan Dia yang menyuntikkan semangat tiap paginya

Tapi
Dia juga yang membiarkan tanda tanya bertengger dalam fikiranku
Membiarkan aku memfungsikan fikiranku dan mengaktifkan fikiran positif
Dia yang membiarkanku disudut kota menantinya yang memang sengaja tidak datang
Dia yang tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk memperdulikan hidupnya
Dan dia tidak memberikan aku ruang untuk mengeluhkan ketidakberdayaanku

Bukan karena dia tidak punya rasa atau tidak peduli terhadapku
Tapi karena dia ingin memuliakan aku sebagai wanita
Dia ingin aku kuat ketika nantinya dia tidak bisa menggandeng tanganku
Dia ingin menjaga aku dengan menyerahkanku pada sebaik-baik Penjaga

Mungkin banyak kebohongan yang dia tunjukkan kepadaku
Kebohongan atas kejujuran yang belum layak dia katakan sekarang
Tapi, matanya tidak akan bisa berbohong
Kepeduliannya, Sayangnya, dan Harapannya kepadaku tersirat pada sikap diamnya !!!

Hope

Aku tidak berharap merasakan seperti ini
Bahkan ketika kaki ini merasakan lelah, aku terus melangkah dan mengabaikan apa yag aku rasa
Bukan tanpa keyakinan
Karena aku yakin, Tuhan menyertai langkahku

Aku rendahkan harga diri depan Tuhan lewat sujud panjangku
Aku sisipkan harapan kecil ketika tangan menengadah bagai pengemis yang meminta belas kasih





Aku tidak meminta pada makhluk-MU Rabb
Aku meminta pada pemiliknya langsung
Ya !!!
Engkau yang memilikinya
Engkau yang berhak atas dirinya
Engkau yang menggerakkan hatinya

Aku tidak ingin memaksa MU melalui doa-doa ku
Aku pun tidak ingin dia terpaksa karena keinginanku
Mungkin akan indah jika dia tergerak karena kecintaannya kepada-MU
Menjemputku dan menggandeng tanganku lalu bersama-sama meraih cinta Hakiki-Mu

Tuhan...
Jangan biarkan aku lelah
Jangan biarkan hati ini mengeras karena kelelahan yang kadang mendera
Jangan biarkan rasa ini hilang hingga aku takut untuk merasakannya lagi

Biarkan aku merasakan keajaiban yang sering kali KAU hadirkan dalam hidupku
Biarkan aku mengeja petunjuk yang datang tersirat dari setiap doaku
Biarkan aku terus belajar menyayanginya karena MU
Dan biarkan aku mencintanya karena kecintaanku kepadaMU yang luar biasa
Ini semua karena kuasa MU Tuhan...


Semangat Mereka, Semangatku juga !!!

Mungkin jika dikatakan lelah, kami sangat lelah. 7 hari kami habiskan di ruang kuliah dan perpustakaan. Rute yang kami lewati pun hanya itu-itu saja. Jalan menuju kampus dan jalan pulang menuju kos. Membosankan. Alternatif lain adalah disiasati menyusuri jalan berbeda yang mungkin sedikit agak jauh ketimbang jalan yang biasa dilewati. Setidaknya mata ini tidak jenuh memandangi bangunan ataupun toko-toko yang sama setiap harinya. Ingin sebenarnya seperti masa-masa kuliah S1, banyak waktu luang yang tidak kami manfaatkan atau lebih tepat kami habiskan untuk menikmati kota Jogja, tapi beban yang dirasa tidak sama seperti dulu ketika kuliah Strata Satu. Pundak ini berat menanggung amanah dari orang tua, amanah dari orang banyak dan label S2 yang melekat. Mungkin pertanyaan sederhananya, "Saya bisa apa sekarang ini dengan menyandang mahasiswa Pasca Sarjana?" dan "Setelah lulus dan menyandang gelar Magister, kontribusi apa yang bisa saya berikan untuk sekitar?".
Insyaallah tidak berat. Ya!!! Karena saya dikelilingi oleh orang-orang yang mempunyai semangat luar biasa, diajar oleh dosen-dosen yang luar biasa, dan diberikan donor semangat dan doa oleh mereka-mereka yang sayang kepada saya terutama ayah dan ibu.
Mungkin kami tidak sehebat mahasiswa dalam film "Love Story In Harvard", tapi kami ingin mengikuti jejak mahasiswa di sana yang tanpa lelah dan hari-harinya memang diisi dengan belajar, belajar dan belajar. Luar biasa. Dan saya sungguh beruntung karena saya di sini dikelilingi oleh mereka-mereka yang mempunyai visi yang sama. Di mata mereka tersirat semangat pantang menyerah. Saya akan malu jika saya kalah start dari mereka dan saya juga akan malu jika saya tidak bisa berhasil bersama mereka. 

Rabu, 02 Mei 2012

Untuknya

Senyum sempat mengembang ketika imajinasi ini berselancar jauh
Memberikan peran pada fikiran untuk aktif dalam skenario yang tanpa script
Indah...
Seakan dekat...
Ya !!!
Karena Tuhanku yang mendekatkan

Aku tidak pernah lelah menyapanya
Lima kali sehari aku menyempatkan diri tersenyum untuknya
Mungkin lebih dari itu
Apalagi di sepertiga malam, aku serasa dekat karena Tuhanku

Melewati Tuhanku aku menyapanya
Melewati Tuhanku aku bisa tersenyum untuknya
Melewati Tuhanku harapan-harapanku untuknya tersampaikan
Karena Tuhanku aku tidak merasa sendiri
Ini bukan hanya sekedar imajinasi, tapi keyakinan kuat yang melekat
Tuhanku tidak pernah bohong dengan janjinya !!!

Tuhanku hebat sekali, menciptakan makhluk yang luar biasa dalam imajinasiku
Dan aku yakin, sekali lagi ini bukan hanya imajinasi

Aku menjadi pantas karena aku yakin KAU memantaskan dia di sana
aku tidak pernah mengkhawatirkan itu
karena sekali lagi aku yakin Tuhan tidak pernah bohong dengan janjinya !!!

Tuhan, Jaga dia di sana
Pantaskan dia
Lindungi dia
Iringi langkahnya
Ingatkan ketika dia lalai
Sentuh dia dengan kasih sayang MU ketika dia lelah atas urusan dunia ini
Mudahkan segala urusannya

Kutitipkan Rindu ini kepada MU Tuhan
Karena memang KAU yang lebih berhak atas rindu ini

Terima Kasih Tuhan
('_^))